Posts

Showing posts with the label Dee

RICO DE CORO OLEH DEE

Image
image  Allysa Ollivar Aku lahir di dalam meja kayu antik yang penuh ukiran. Meja bulat berlapis kaca itulah tempat persinggahan ibuku yang terakhir. Untung Ibu sempat melekatkan telurku di antara lekuk ukiran sebelum wafat disemprotkan Baygon. Kalau tidak aku tak akan mengalami kisah ajaib ini. Aku jatuh cinta. Dan itu merupakan masalah besar bagiku, dan bagi bangsaku. Gadis yang kucintai adalah manusia remaja berparas manis dengan nama yang manis pula: Sarah. Rambutnya sebahu, sedikit ikal, kulitnya cerah dan wangi. Dialaha manusia yang paling baik di rumah yang kutumpangi ini. namun, bagi bangsaku, dia tak lebih dari seorang pembunuh. Padahal aku tahu pasti, Sarah tidka mungkin membunuh. Sering aku mendengar dia berbicara pada setiap orang: ‘Kalau saya melihat kecoak, biar dari jarak lima meter, bukan dia yang lari, tapi saya yang ngacir duluan!’ lalu matanya membelalak. Indah sekali. Memang demikian yang terjadi. selama ini oknum-oknum yang sering memburu kami hanyalah Bi Ipah,...

BUDDHA BAR OLEH DEE

Image
i mage Puzzle Necklace   Nelly. Probo, Omen. Jack. Bejo. Mereka berlima. Mereka muda. Mereka bahagia. mereka lajang. Mereka bersahabat. Mereka raja-raja dunia. Tidak semua dari mereka laki-laki sekalipun istilah ‘raja’ dipakai. Ada satu perempuan, nelly, yang kurang berminat jadi ratu apabila berkonotasi jabatan nomor dua. Mereka semua sama. Tenaga-tenaga kerja masih bau toga milik perusahaan-perusahaan besar yang menggaji sarjana kemarin sore dengan gaji mini. Godaan maksi. Lema tequila shot mereka tenggak bersama. Sesaat kemudia hadir sensai meledak di kepala. Berakhirlah sisa gaji bulan ini di jumput garam dan ampas jeruk lemon, terbang bersama lolongan perempuan India yang melatari dentuman bas dan drum. Lagu seperti itu digila-gilai sekarang. Fusi antara dua budya. Buddha dan bar. Tequila dan kacang bawang. Disko dan mantra. Segalanya melebur harmonis di sudut itu. Selama ada lima mereka dan bukan empat atau tiga apalagi dua. Probo si pengikut Dewa Hermes. Dunia berputar...

LARA LANA OLEH DEE

Image
image destination Sederet angka mencuat dari kertas putih, menusuk mata Lana. Ada sebersit takjub juga ngeri. Seberantakangnya yang susah dihafal mampu membongkar kengan usang dan memberinya makna baru. Dia yang baru. Aku yang usang. Ruang tunggu selalu memancing dilemma dalam hatinya, tapi tidak pernah seperti ini. Lana betul-betul tergerak untuk menelpon. mungkin karena Lana sudah tak yakin kapan akan kembali, akankah dirinya kembali. Lana memencet empat angka pertama dari sepuluh digit yang tertera. Dadanya berdegup kencang sampai sakit rasanya. Bibirnya bergetar resah, mengantisipasi. Begitu terdengar nada sambung nanti, Lana siap berekspresi layaknya pose untuk berfoto yang terakhir kali, kata ‘apa kabar’ akan meluncur dengan semangat penghabisan mentari sore sebelum dipadamkan malam. Lalu ia lancarkan sepaket basa-basi dalam urusna yang tepat, seperti yang selalu dilatihkannya dalam hati sebelum lelap tidur, agar percakapan mereka tercatat sejarah sebagai yang paling mengasyikka...

KUMPULAN CERITA PENDEK TERBAIK OLEH DEE

Image
image red candle LILIN MERAH Ada kalanya kesendirian menjadi ulang tahun yang terbaik. Keheningan menghadirkan pemikiran yang bergerak ke dalam, menembus rahasia terciptanya waktu. Keheningan mengapungkan kengangan, mengembalikan cinta yang hilang, menrbangkan amarah, mengulang manis keberhasilan dan indah kegagalan. Hening menjadi cermin yang membuat kita berkaca suka atau tidak pada hasilnya. Lilin merah berdiri megah di atas glazur, kilau apinya menerangi usia yang baru berganti. Namun, seusai di sembur napas, lilin tersungkur mati did asar tempat sampah. Hangat nyalanya sebatas sumbu dan usailah sudah. Sederet doa tanpa api menghangatkamu di setiap kue hari, kalori bagi kekuatan hati yang tak habis dicerna usus. Lilin tanpa sumbu menyala dalam jiwa, menerangi jalan setapakmu ketika dunia terlelap dalam gelap. Berbahagiala, sesungguhnya engkau mampu berulang tahun setiap hari. SPASI Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti ji...

SIKAT GIGI OLEH DEE

Image
image toothbrush Pujangga itu melongokkan kepala dari jendela mobil tanpa takut kepalanya tersambar kendaraan nakal yang kada menyalip dari kiri, tetap menatap langit yang berantakan oleh bintang lalu rebut sendiri. ia selalu histeris akan hal-hal yang tak kumengerti. Setelah kami berdua duduk di atas rumput, dengan tabah ia menjelaskan. ‘Coba lihat. Langit begitu hitam sampai batasnya dengan Bumi hilang.akibatnya, bintang dan lampu kota bersatu, seolah-olah berada di satu bidang . indah, kan?’ Ia pun dianugerahi kemampuan untuk menjelaskan segalanya dengan tepat, rasional, dan masih kedengaran cantik. Itulah satu-satunya cara agar aku mampu mengerti keindahan yang ditangkap matanya. Aku bukan pujangga dan tak pernah bisa bermetafora. Monokrom dan kurang dimensi, katanya selalu tentang diriku. Praktis dan realistis, begitu aku menerjemahkannya. Dengan segenap rasio dan akal, aku mencintai perempuan di sampingku itu. Egi, yang telah lama kukenal, teman baikku, sosok yang kubanggakan da...