Posts

Showing posts with the label filosofi kopi

FILOSOFI KOPI (chapter 1) OLEH DEE

Image
image Grant Filosofi Kopi (1996) Kopi… k-o-p-i. Sudah ribuan kali aku mengeja sembari memandangi serbuk hitam itu. memikirkan kira-kira sihir apa yang dimilikinya hingga ada satu manusia yang begitu tergila-gila: Ben… B-e-n. Ben pergi berkeliling dunia, mencari koresponsden di mana-mana demi mendapatkan kopi-kopi terbaik dari seluruh negeri. Dia berkonsultasi dengan pakar-pakar peramu kopi dari Rima, Paris, Amterdam, London, New York, bahkan Moskow. Ben, dengan kemampuan berbahasa pas-pasan, mengemis-ngemis agar bisa menyelusup masuk dapur, menyelinap ke bar saji, mengorek-ngorek rahasia namun kopi dari barista-barista caliber kakap demi mengetahui takaran paling pas untuk membuat cafĂ© latte, cappuccino, espresso, Russian coffee, macchiato, dan lain-lain. sampai tibalah saatnya Ben siap membuka kedai kopinya sendiri. Kedai kopi idealis. Setahun lalu aku resmi menjadi partner kerjanya. Berdasarkan asas saling percaya antarsahabat ditambah kenekatan berspekulasi, kuserahkan seluruh tabun...

FILOSOFI KOPI (chapter 2)

Image
Wajah Ben langsung mengeras. Tamu kami itu pun tersadar akan ketegangan yang ia ciptakan. ‘Aku bercanda kok, Dik. Kopinya uenak, uenak! Sungguh!’ ‘Memangnya Bapak pernah coba yang lebih enak dari ini?’ Ben bertanya dengan otot-ott muka ditarik. Tambah pak, bapak itu terkekeh-kekeh, ‘Tapi nduk jauhlah dengan yang Adik bikin.’ ‘Tapi tetap lebih enak, kan?’ Suara Ben terus meninggi. Jakun bapak itu bergerak gugup, ia melirikku, melirik Ben, dan akhirnya mengangguk. ‘Di mana Bapak coba kopi itu?’ ‘Tapi… tapi… ndak jauh kok enaknya! Bedanya sedikiiit… sekali!’ Usahanya untuk menghibur malah memperparah keadaan. Beberapa pengunjung memanggili Ben, tapi tidak digubris sama sekali. Kaki Ben tertanan di lantai. Seluruh keberadaannya terpusat pada bapak itu. Dan bukan dalam konteks yang menyenangkan. ‘Di mana?’ ‘Wah. Jauh tempatnya, Dik.’ ‘DI-MA-NA?’ Belum pernah kulihat Ben seperti itu. seolah tidak satu hal pun di dunia ini yang bisa mengalihkan energinya, fokusnya. Aku memilih beringsut menj...