Posts

Showing posts with the label syair

KUMPULAN PUISI MENARIK ARMIJN PANE

Image
image Kayıt tarihi   TAJ MAHAL Dalam Taj Mahal, ratu astana, Putih dan permai: pantun pualam Termenung diam di tepi Janma Di atas makam Arjumand Begam Yang beradu di sisi Syah Jahan, Pengasih, bernyanyi megah mulia Dalam nalam tiada berpadam, Menerangkan cinta akan dunia. Di sana, dalam duka nestapa, Aku merasa seorang peminta Di depan gapura kasih cinta Jiwa menjerit, dicakra duka Akh, Kekasihku, memanggil tuan. Hanya Jamna membalas seruan. WIJAYA KESUMA Di balik gunung, jauh di sana, Terletak taman dewata raya, Tempat tumbuh kesuma wijaya, Bunga yang indah, penawar fana. Hanya sedikit yang tahu jalan Dari negeri sampai ke sana. Lebih sedikit lagi orangnya, Yang dapat mencapai gerbang taman. Turut suara seruling Krisyna, Berbunyi merdu di dalam hutan, Memanggil engkau dengan sih trisna. Engkau dipanggil senantiasa Mengikuti sidang orang pungutan: Engkau menurut orang biasa CANDI MENDUT Di dalam ruang yang kelam terang Berhala Budha di atas takhta, Wajahnya damai dan tenung tenang...

KUMPULAN SAJAK MENARIK OLEH AGAM WISPI

Image
image familypedia SURABADJA  Tiap kita djumpa surabaja aku selalu remadja gembira kepada kerdja pasti kepada harapan Surabaja laut dan kota rata Surabaja bau keringat bau kerdja ketegarannja harum semerbak dan malamnja malam bertjinta deritanja terisak-isak dalam dengus napas darah bergelora tjemara bersiut meliut semampai Wilo merunduk merenung sungai besok ke laut dia akan sampai Tapi ini! malam pelaut buih hidup jang menggapai! surabaja lebih remadja dalam bantingan usia Kutjinta surabaja sebab dia kota kelasi kurindukan surabaja sebab trem berlari-lari (djakarta? Term diganti impala!) kusukai surabaja sebab betja dan taman ditepi kali Kubanggakan surabaja sebab dia kota berani kusenangi surabaja sebab kedjantanan bernjanji kepahlawanan bergolak dari kantjah-kantjah jang menggelegak dan tahun-tahun kenangan jang diwariskan mogok pertama Buruh kereta api zeven provincien buruh pelabuhan dan pelaut bersatu hari disiram hudjan peluru dan dentjing belenggu rantai besi, bendera pert...