Posts

Showing posts with the label kompetisi

PEMENANG II SAYEMBARA CERPEN FEMINA 2016

Image
DIA MASIH BISA TERGELAK image Lisa Dewilde Tidak sampai sebulan setelah persalinan, Nurmala mulai membantu pekerjaan Munah, istri tuan rumah tempat dia menumpang, yang merupakan kerabat jauh ayahnya. Sekalipun tubuhnya masih pegal-pegal, dia bangkit pagi-pagi sekali, menanak nasi dan menjerang air, menyeduh kopi buat Basyah, suami Munah, yang setelah sarapan mengeluarkan becak mesinnya, mengantarkan dua anak lelakinya ke sekolah dasar, lalu menarik penumpang hingga petang, bahkan malam. Hanya waktu makan siang lelaki itu pulang sebentar. Sebelum matahari terbit Munah sudah pergi ke dua rumah orang kaya yang bekerja di kantor pemerintah, mengupah cucian. Di Lamlhok, pekerjaan yang paling mudah bagi wanita adalah membantu pekerjaan rumah tangga orang, sebab jasa pembantu belum begitu terkenal dan hanya terdapat beberapa buah saja yang letaknya di pusat kota. Nurmala belum cukup kuat untuk bekerja, selain mengurusi dapur dan menyapu pekarangan rumah tempatnya menumpang, sebagai balas ja...

PEMENANG I SAYEMBARA CERPEN FEMINA 2016

Image
HARIMAU LEPAS (Indriani Asfa) image femina   “Masih belum ditandatangani juga?!” teriakku tertahan. Aku tidak bisa lagi menahan diri. “Apa ada masalah dengan kelengkapan permohonan kami, Bu?” Setelah menenangkan diri beberapa jenak, aku baru mampu mengendalikan intonasi suara kembali ke normal kepada lawan bicaraku di telepon. Aku mendengarkan jawaban dari seberang sana sambil memejamkan mata, sekuat tenaga berusaha mengendalikan bibit-bibit kepanikan yang menanduk-nanduk batas ketenanganku. Jawaban yang kuterima intinya sama, surat rekomendasi dari Kementerian Kehutanan untuk perpanjangan surat izin tinggal Michael, manajer proyek kami, masih belum ditandatangani. Ibu Maya, kontak proyek kami di kementerian yang sudah membantuku menangani masalah perizinan tenaga ahli asing selama tiga tahun terakhir, mungkin sudah hilang akal dan sebal luar biasa karena kuhubungi tiga kali sehari sejak dua minggu terakhir. Bagaimana tidak panik, surat izin tinggal Michael akan berakhir tiga hari...

REZEKI YANG DITANGGUHKAN OLEH JUWITA SARI

Image
KONTRIBUTOR PENERBIT OKSANA (tema kompetisi tuhan tidak pernah melupakan kita) Hembusan angin panas ditenga teriknya matahari saling beradu antara asap kenalpot dengan udara bersih ingin masuk di kedua lubang pernapasan ku, map yang sudah lusuh jadi multifungsi sebagai pelindung paru-paru yang dapat menghalangi udara kotor agar tidak terhirup lebih banyak. Hampir enam bulan aku berada diperantauan dari kota hujan menuju kota daeng, berharap map yang mungkin sudah lelah mendengar keluhan ku keluar masuk dari satu kantor ke kantor yang lain segera mendapat ucapan “selamat bergabung”. “Barusan ta’ pulang jam begini”, warung kecil dekat kos kosan selalu ramah menyapa padahal aku punya hutang makan seminggu belum dibayar, dia tidak pernah menyinggung jika aku lewat sebaliknya dia selalu tersenyum, karena kemurahan hatinya banyak orang yang memanfaatkan dengan hutang sudah lama belum dilunasi jika modal dan untung sudah tidak ada untuk diputar lagi dia akan menutup warung makan sederhanany...