Posts

Showing posts with the label puisi

KUMPULAN PUISI MENARIK WIJI THUKUL

Image
Image B UNGA DAN TEMBOK Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau kehendaki adanya Engkau lebih suka membangun Jalan raya dan pagar besi Seumpama bunga Kami adalah bunga yang Dirontokkan di bumi kami sendiri Jika kami bunga Engkau adalah tembok itu Tapi di tubuh tembok itu Telah kami sebar biji-biji Suatu saat kami akan tumbuh bersama Dengan keyakinan: engkau harus hancur! Dalam keyakinan kami Di manapun – tirani harus tumbang! NYANYIAN AKAR RUMPUT jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-tembok dicabut terbuang kami rumput butuh tanah dengar! Ayo gabung ke kami Biar jadi mimpi buruk presiden! PUISI UNTUK ADIK Apakah nasib kita akan terus seperti sepeda rongsokan karatan itu? o… tidak, dik! kita akan terus melawan waktu yang bijak bestari kan sudah mengajari kita bagaimana menghadapi derita kitalah yang akan ...

PUISI POTRETKU OLEH WIDJATI

Image
image Seperti itukah aku yang kaulukis Dalam gelap warna yang samar Wajahku terpampang. Bergaris pada cahaya keremangan Engkaupun mempermainkan warna Sehingga aku jadi terasing. Gelisahku tak pernah kautahu Pada pertarungan seru seresah itu Yang bergelut pada hidup, pada mimpi Dan dalam tumpukan kabut, puisi-puisi. Seperti itukah aku yang kaulukis Dalam gelap warna yang samar Wajahku terdampar. Gelisahku tak pernah kautahu, absurd Di sini jua segera kaupenggal kepalaku. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga menginspirasi. Baca juga kumpulan puisi D. Zawawi Imron

KUMPULAN PUISI SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA

Image
image  MENGHADAPI MAUT Kulihat, Kurasakan: Peluru mendesing menembus kening, Pedang bersinau memenggal leher, dan Tergulinglah jasad di tanah: Darah mengalir merah panas. Sekejap pendek: Kaki melejang-lejang, Urat berdenyut meregang-regang. Sudah itu Diam Sepi Mati, Muka menyeringai pucat pasi. Datang mendorong dari dalam: Mana harapanku, mana cita-citaku? Sebanyak itu lagi ‘kan kukerjakan! Mana isteriku, mana anakku, karib handai tolan? Lenyapkah sekaliannya selama-lamanya? Hampa! Kelam! Ngeri! Tanganku mengapai-gapai: orang karam mencari ranting. Wahai nasib, Sebanyak itu perjuangan! Sebanyak itu pengikat! Pemberat hati kepada dunia! Sedangkan, Dari semula telah kutimbang, Kupikir, kurenung matang-matang: Ditengah peperangan seluruh buana, Hebat dahsyat tiada beragak: Bom peluru mungkin menghancur remuk, Perampok penyamun mungkin menggolok, Disentri, kolera, lapar mungkin mencekik … Dan diantara mati perlbagai mati, Bukankah ini telah kupilih, Dengan hati jaga, mata terbuka? Wa...

KUMPULAN PUISI SOBRON AIDIT

Image
image rokok indonesia BAJAK UNTUK PETANI Apakah yang lebih indah di dunia ini Selain mempertahankan tanah kepunyaan sendiri? Kalian berjuang untuk makan Di kampung halaman Kampung yang terasing oleh tangan-tangan laknat Tapi betapa di hati melekat erat. Kalian gemetar dan lapar Di bumi yang subur, di tengah yang makmur Betapa tinggi perbedaan kehidupan Di tanah air tercinta yang diagungkan. Bintang-bintang di pundak semakin meninggi Di tengah banjir airmata dan darah Antara dua pahlawan: Satu pahlawan pengkhianat Satu pahlawan rakyat. Dan kami barisan penyair Tegak siap pada yang benar Di barisan yang terhina dan lapar. AKU Aku adalah sisa fosil dari generasi yang hilang tapi nafsu hidupku sulit layu - terus berkembang tak mau hidup seratus tahun lagi terlalu banyak menyusahkan orang. Aku adalah angin - udara ada di mana-mana dan mampu ke mana-mana aku adalah titisan kapas - ringan melepas aku adalah rotan - liat tak patah - tapi bisa putus. Sudah terlalu banyak aku kehilangan kelua...

KUMPULAN PUISI MEDY LOEKITO

Image
image adefitrianola.wordpress.com DANAU MANINJAU Di biru danau Maninjau tangan Tuhan menabur bintang yang memijar di mata ikan-ikan KENANGAN AKAN ZUBAIDAH untuk duka Aceh, 26 Desember 2004 Boneka tak berkaki menepi di denyut alir tatapnya menyeru diamnya mencari lengan mungil yang dulu memeluk Lengan mungil berlumpur menepi dihentak alir diamnya merindu pedihnya mencari kawan kecil yang dulu bersama MALAM DI BUKIT Rumput kecil bergerigi tajam bagai belati Menyayat bulan hingga mengucurkan sepi INTERVAL Andai batas waktu dan usia tak bicara hanya pada diam Baca: Kumpulan Puisi Cucuk Espe DI BERANDA Duduk di beranda angin mengantar daun gugur senja hari HANYA Rindu tak pernah menyakiti Ia bara di diam gelora Ia hampa di hening harap SAJAK MALAM Angin meniti bambu memetik rembulan CHICAGO Terbentuk dari angin jalanan kota Saling menghadang Saling mengakhiri Terbentuk dari jalan kota Angin Saling menghampiri Saling menikam Terima kasih sudah berkunjung. Semoga menginspirasi. B...

KUMPULAN PUISI MENARIK H.B JASSIN

Image
image CIPTAKAN DUNIA BAHAGIA Alangkah rapuh badan manusia Walau seabad hidup di dunia Hanya sedetik di samudra masa, Lebih lama waktu terasa Lebih hebat menderita raga dan jiwa Oleh dikacau nafsu kebendaan, Di atas bumi sedang berputar Hilangkan angkara murka Ciptakan bahagia di stasiun antara Dari keabadian ke keabadian PERBARUAN TEKAD Di tempatku terpencil jauh terasing Kudengar suaramu penyanyi radio Engkau menghibur hati dan jiwa Orang yang sakit badan merana Di tempatku terpencil jauh terasing Kubaca madahmu, wahai pengarang Kau alirkan rasa, kau atur pikiran Terkuak kegelapan, menyinar benderang. Kulihat pula sekeliling orang berjasa Dokter dan suster, mantri dan kacung Bekerja bersama dalam susunan Melawan penyakit menumpas derita. Demikian adanya hidup di dunia Saling membantu bahagia membahagiakan Ya, Tuhan, kembalilah tenaga, kuatlah sayapku, Aku ingin turut berbakti. DOA Di atas runtuhan lahir dan batin Oleh gempa peperangan dunia Dalam sedih dan duka dunia berjuang Terl...

KUMPULAN PUISI SUBAGIO SASTROWARDOYO

Image
image SALJU Asal mula adalah salju sebelum tercipta Waktu sentuhan perawan seringan kenangan adalah semua yang disebut bumi dan udara terus bicara sebab bicara tak pernah berhenti dan salju jatuh seperti mimpi Angin kutub memanjang selalu dan meraba tanpa jari dan di ambang anjing belang menggonggong sia sia membuka pagi hanya geliat bayi sudah terasa pada dinding tua dekat musim binasa dan salju melebari hari Bangunnya Waktu bersama penyesalan ketika manusia dengan mukanya yang jelek meninggalkan telapak kakinya di salju pada setiap langkah menetes darah sedang gelegar bintang berpadu ringkik kuda terlempar damba ke angkasa Pada saat begini terjadi penciptaan ketika orang bungkuk dari gua di daerah selatan menghembuskan napas dan bahasa bagi segala yang tak terucapkan sedang selera yang meleleh dari pahanya menerbitkan keturunan yang kerdil dengan muka tipis dan alis terlipat suaranya serak meniru gagak menyerbu mangsa Dengan tangan kasar digalinya kubur di salju buat tuhan-tuhannya...

14 KUMPULAN PUISI MENARIK GOENAWAN MOHAMAD

Image
image BINTANG PAGI Bintang pagi: seperti sebuah sinyal untuk berhenti. Di udara keras kata-kata berjalan, sejak malam, dalam tidur: somnabulis pelan, di sayap mega, telanjang, ke arah tanjung yang kadang menghilang. Mungkin ada sebuah prosesi, ke sebuah liang hitam, di mana hasrat – dan apa saja yang teringat – terhimpun seperti bangkai burung-burung di mana tepi mungkin tak ada lagi. Siapa yang merancangnya, apa yang mengirimnya? Dari mana? Dari kita? Ada teluk yang tersisih dan garis lintang yang dihilangkan, barangkali. Sementara kau dan aku, duduk, bicara, dalam sal panjang. Dan aku memintamu: Sebutkan bintang pagi itu, hentikan kata-kata itu. Beri mereka alamat! Kau diam. Mungkin ada sejumlah arti yang tak akan hinggap di perjalanan, atau ada makna, di rimba tuhan, yang selamanya menunggu tanda hari: badai, atau gelap, atau – bukan bintang pagi. NOTA UNTUK UMUR 49 TAHUN Pasir dalam gelas waktu Menghambur Ke dalam plasmaku Lalu di sana tersusun gurun Dan mungkin oase Tempat tera...

KUMPULAN PUISI MAWIE ANANTA JONIE

Image
image O, SOEKARNO! KATA MEREKA Bila sekarang kusaksikan mentari menembus langit mendung, aku melihat kelaparan sedang menyerang orang di kampung. Kalau aku membaca berita para pejabat jadi pencuri, aku ingat Bung Karno perut kekanan politik kekiri. Sejak di jaman orde baru berkuasa para koruptor, berebut kesempatan menjadi diktator Harga harga naik dan tak pernah turun, ini telah menjadi penyakit menaun. Dulu kita kenalkan diri Indonesia, o Sukarno ! kata mereka . SENJA DI SEBUAH KANAL Senja hampir menyelimuti kota pelabuan itu, dia akan menjadi gelap kalau tak ada cahaya lampu lampu. Pejalan kaki itu mampir dengan gigil kedinginan dan harapan, satu tempat kosong tesisa bagi penyeberangan. Aku baru saja dari kanal berpagar sampah dan gundah, jaman VOC bersurat tahun tahun menjajah. Tidak. Mungkin saja ya kalau tak berjaga. ia datang numpang Orde Baru seri kedua, Monopoli teriak anak cucunya pelan pelan suatu hari.. SCHIPHOL AMSTERDAM Di lapangan tebang hari ini telah datang ribuan pe...

KUMPULAN PUISI BINHAD NURROHMAT

Image
image Endang LUPA DARATAN, 1 Sepulang dari acara studi banding di luar negeri sekian lama koper pejabat itu sesak oleh-oleh buat keluarga dan pacarnya dan tak bawa apa-apa untuk rakyat yang telah mendanainya ASAL-USUL POLISI TIDUR, 1 Jalan raya itu dahulu mulus dan rata motor yang lewat kebut-kebutan aja. Lantaran marah, masyarakat sirna akalnya jalan raya itu benjol-benjol dihakimi massa. CERITA LUAR KOTA Tanganku gemuruh menyentuh selarik sajak mengiris diam-diam di balik kubah malam. Jajaran tribune sembunyikan rembetan cemas menatapi pertunjukan terguncang dering sebuah perbatasan. Cinta tak sepenuhnya kelakar juga getar percuma di sebuah luar kota. Kau tahu, tak setiap orang lepas jangkar di bandar-bandar, sebab laut larutkan iseng yang menyergap di luar maut. Di dinding kapal, rindu tumpul dan aus loncati amukan ombak di ujung geladak lalu mampus! PENYAIR DENGKI Puisimu tak pernah bagus karena selalu dimuat koran Jakarta. Puisiku hebat karena tak ada koran Jakarta berani ...