Posts

Showing posts with the label asma nadia

CERPEN REMBULAN DI MATA IBU OLEH ASMA NADIA

Image
image Favim Kupandangi telegram yang barusan kubaca, Batinku galau. Ibu sakit Diah, pulanglah!  Begitu satu-satunya kalimat yang tertera di sana. Mbak sri menyuruhku pulang? Tapi …. Benarkah Ibu sakit? Bayangkan Ibu, dengan penampilannya yang tegar berkelebat. Rasanya baru kemarin aku masih melihatnya berjalan memberi makan ternak-ternak kami sendirian. Melalui padang rumput yang luas. Berputar-putar di sana berjam-jam. Mengawasi rumah kecil kami yang hanya berupa noktah dari balik bukit.  Tidak. Ibu bahkan tak pernah kelihatan lelah dimalam hari. Saat semua aktivitas seharian yang menguras kekuatan fisiknya berlalu. Ibu selalu kelihatan sangat kuat.  Tak hanya kuat, dari mulutnya pun masih kerap terdengar ungkapan-ungkapan pedas, khususnya yang ditujukan kepadaku.  “Jadi perempuan jangan terlalu sering melamun Diah! Bekerja, itu akan membuat tubuhmu kuat!”  komentarnya suatu hari padaku. Padahal, saat itu aku sama sekali tidak menganggur. Sebuah buku berada...

BIOGRAFI ASMA NADIA

Image
image Asma Nadia Siapa yang tidak mengenal Asma Nadia, yang memiliki nama asli Asmarani Rosalba. Tulisannya menambah deretan penghuni sastra yang memiliki genre islami. Karyanya berhasil mewarnai dunia perfiliman, novel, cerpen, bukan hanya fiksi, Asma juga mengisi ruang dunia non fiksi salah satu karyanya salon kecantikan. Ia menyukai menulis semenjak duduk di bangku dasar, setelah berhasil menciptakan lagu. Sejak itu Asma mulai mengirim puisi dan cerpen ke media. Tepat di Jakarta, 26 Maret 1972 Asma Nadia lahir. Dari pasangan Amin Usman berasal dari Aceh, dan Maria Eri Susanti yang seorang muallaf keturunan Tionghoa dari Medan. Anak kedua dari tiga bersaudara ini memiliki kakak yang berprofesi sama dengan dirinya. Helvy Tiana Rosa, memiliki ketenaran tidak jauh beda dengan Asma Nadia. Bungsu, Aeron Tomino, tidak berbeda dengan saudaranya yang lain, menulis merupakan bidangnya. Mereka memiliki minat dalam menulis mengikuti jejak sang kake dari pihak ayah yaitu Teuku Muhammad Usman ...

SEPOTONG CINTA DALAM DIAM OLEH ASMA NADIA

Image
image heart Jakarta, tahun pertama Perempuan, Kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan. Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam. Kata orang bahkan diam berbicara. Tapi menurutku, hal itu tidak berlaku dalam cinta. Sebab cinta harus diekspresikan dan pantang dibawa diam. Sebab cinta harusnya dinyatakan, lalu dibuktikan dengan sikap. Begitu seharusnya cinta. Tapi aku memang tidak punya pilihan. Maafkan! Sebuah bingkisan dan sepucuk surat tergeletak di bibir ranjang. Dee memandangnya dengan keingintahuan yang besar. Matanya yang memiliki kelopak indah terbuka lebar. Sementara mulutnya sejak tadi menimbulkan suara gumaman tak jelas. Kedua bola mata gadis itu tak beranjak juga dari bingkisan dan sepucuk surat yang ditempel menyatu dengannya. Paket kesasar, kalau boleh disebut Dee demikian, diterimanya pagi ini dari tukang pos, lelaki tua yang mengayuh sepeda dengan susah payah. Dee tidak mengerti mengapa lelaki itu masih bersikeras mengantar surat hanya dengan sepeda, sementa...