Posts

Showing posts with the label cerita pendek

CERPEN KOTA INGATAN OLEH SUNGGING RAGA

Image
image Encyclopaedia Di matanya tersimpan ribuan kenangan yang ganjil tentang kota itu. Kota yang sekujur bangunan dan tanahnya—serta jurang semestanya—kini telah berselimut debu, tak tersisa bahkan reruntuhan secuil nisan pun, semuanya mendadak abu-abu seragam, seperti bangunan sejarah yang menganga, dengan masih menyisakan beberapa helai napas penduduknya.  Orang-orang datang ke kota itu hanya untuk berwisata, bukan tentang keindahan, melainkan tentang rasa kehilangan. Lelaki itu, masih dengan matanya, menatap kotanya sendiri dengan perasaan yang menggebu, ia seperti berdiri di tapal batas, di sebuah medan yang memisahkan masa depan dengan masa lalu, ia tak lagi bisa bergerak, sekujur tubuhnya kaku, seperti kepedihan yang menahannya selama bertahun-tahun di tempatnya berdiri. Sekarang ia hanya bisa memandang, tanpa bisa dipandang oleh orang-orang yang berlalu-lalang—ia telah terbungkus debu yang amat berjarak bagi setiap penglihatan. Mengunjungi kota itu seperti mengunjungi deti...

CERPEN PEMAKAMAN YANG BAHAGIA OLEH SUNGGING RAGA

Image
image   Ketika tak ada lagi yang bisa diharapkan dari hidupnya, ketika tak ada lagi yang bisa dibanggakan setiap kali mata itu terbuka menatap dunia yang muram, lelaki itu pun bersumpah, bahwa setidak-tidaknya ia harus bisa menciptakan sesuatu yang akan memuaskannya kelak, sesuatu yang barangkali akan menjadi satu-satunya sejarah yang tercatat atas namanya. Ya, dan hal itu sudah ada di antara sepasang matanya. Diam-diam, ia ingin sekali mengakhiri hidupnya, dengan sebuah pemakaman yang bahagia. Pagi ini, ia bangkit dari lelap dengan dahaga yang tak sudah-sudah, baru saja ia beranjak dari kasur lapuk itu, membuka mata yang berair, sementara sang istri masih mendengkur di sampingnya. Terkadang ia heran bagaimana bisa menikah dengan istri yang suka mendengkur keras-keras. Setiap kali tetangga bertanya —sebab merasa terganggu—maka lelaki itu akan mengaku bahwa itu adalah dengkurannya.  Cahaya matahari tak juga masuk ke dalam kamar yang penuh dengan kenangan lapuk itu. “Inilah ka...

CERPEN IA YANG BERTEMU MALAIKAT OLEH GUNTUR ALAM

Image
image Gina Sendef Mulanya, lelaki itu tak hendak menterakan kisahnya ini. Cerita tentang ia yang pernah bertemu dengan malaikat pada satu pagi lembab. Duganya, orang-orang akan sepakat memberi ia cap gila, lalu lamat-lamat orang sekampung akan mengucilkan anak bininya pula. Hal itulah yang membuat lelaki itu kuat mendekap mulutnya. Akan tetapi, semakin lama ia menyimpan cerita itu, semakin tak kuat ia mengunci mulutnya. Lidahnya terasa seperti seekor ular yang melata, menggeliat-geliat, memaksanya membuka mulut. Hingga, ia pun tak kuasa, dan cerita itu bergulir begitu saja tanpa bisa ia tahan.  Beruntungnya, aku menjadi orang pertama yang mendengar kisah itu, dan kau yang menyimak adalah orang kedua. Pada diriku, lelaki yang bertemu malaikat itu berpesan: Janganlah aku mengisahkan cerita ini pada siapa pun, tersebab ia takut orang-orang akan mengatakan ia gila dan jiran kiri-kanan pun karib-kerabat akan mengucilkan anak-bininya. Aku pun mengangguk-anggukkan kepala. Tetapi, lepas ...

CERPEN HATI YANG MERONA ITU MENUNGGU-NUNGGU OLEH GUNTUR ALAM

Image
image William Mungkin, ia tidak pernah menduga kalau di usia kepala tujuh orang bisa juga bergejolak hatinya. Seperti yang tengah mendera hatinya kini. Ah, betapa jari-jemarinya yang telah keriput itu menggigil saat meraba kulit pipinya yang telah mengendur. Memang terasa begitu ganjil debar yang menggelepar-gelepar dalam dadanya. Kalaulah saja ia masih gadis belia, berumur sekitar enam belas tahun, kali pertama ketar-ketir menunggu bujang pujaan lewat di depan pagar rumahnya, barangkali ia akan memaklumi dirinya sendiri. Oi, perasaan ini begitu ajaib.  Ia mematut wajahnya di cermin. Sesungguhnya, ia masih cantik. Tanda-tanda kecantikannya di masa muda itu masih terekam jelas di garis-garis pipinya yang telah mengendur. Menyadari itu, kian merona saja hatinya. Ia membayangkan dirinya di usia delapan belas tahun, kali pertama ia merasakan betapa mata tembaga lelaki yang ia puja sejak kelas satu SMA itu berbinar-binar. Ia tersenyum, berusaha mengibas usianya yang telah tua. Diam-di...

CERPEN HANTU SERIMAN OLEH GUNTUR ALAM

Image
Image Lady Orlando Bila petang berubah pekat dan cericit kelelawar terdengar ingar di atas bubungan Limas. Bergegaslah, Tuan, panggil anak-anak Tuan yang masih di pekarangan. Jangan sampai terlambat atau Tuan akan menyesal sepanjang malam. Sebab, kata Kajut-ku, Hantu Seriman tengah melayap. Mencari anak-anak kecil untuk dimangsa. Mencari anaknya yang pernah hilang di petang temaram.  Oo, tahukah Tuan, siapa itu Hantu Seriman? Ah, bila tanya itu Tuan lontarkan kepada orang-orang tua di dusunku, kampung kecil di kabupaten Muara Enim, Tanah Abang, dapat kujamin tengkuk mereka akan nyenggeret, berdiri gemetar bulu-bulu roma di sekujur tubuh mereka. Lekas mereka memanggil anak-anak untuk berkumpul di dalam Limas, menutup semua lempedan, dan meminta agar tak keluar sampai magrib usai di gerbang isya. Tentu saja, mereka selalu berpesan: Jangan sesekali merajuk di petang kelam.  Ah, Tuan pasti bertanya-tanya: Apa hal yang membuat Hantu Seriman demikian ditakuti? Lebih-lebih oleh ora...

CERPEN ANDAI-ANDAI KAJUT OLEH GUNTUR ALAM

Image
image Kalaulah Tuan berkesempatan atau Tuan tengah libur tapi tak punya rencana untuk menghabiskannya, bolehlah Tuan ikut bersamaku, berlibur ke kampung halamanku, dusun kecil yang terpencil di Kabupaten Muara Enim: Tanah Abang. Di sana, aku akan mengenalkan Tuan pada Kajut-ku, emak dari bapakku. Oo, aku yakin Tuan yang gemar membaca cerita akan bersuka cita mengenalnya. Ia wanita yang pandai ber-andai-andai, selalu saja ada kisah menarik yang ia uraikan. Emakku pernah berujar, ketika aku menjatuhkan pilihan untuk jadi pengarang dan ceritaku mulai berseliweran di halaman media: Kau menuruni bakat Kajut-mu yang mahir berandai-andai. Ah, benarkah? Mungkin pulalah ucapan Emak memang halal adanya. Dapatlah kukenang, saban malam sebelum aku terpejam, ketika umurku masih hitungan jemari tangan, Kajut kerap ber-andai-andai. Banyak kisahnya yang membuat kantukku menjadi hilang. Bakda cerita yang satu usai, aku selalu memintanya untuk menuturkan andai-andai yang lainnya. Kajut tak pernah meno...