Posts

Showing posts with the label roman

PEMENANG I SAYEMBARA CERPEN FEMINA 2015

Image
CELANA KARGO (Oleh: Indri Hapsari) image wikihow Nayna jatuh cinta. Meski ia tak pernah tahu wajahnya, ia jatuh cinta pada celananya. Hari itu adalah awal April di Kota Dhaka. Suhu paling tinggi mulai menyebar ke seantero kota. Apalagi di distrik Savra, tempat Nayna bekerja. Peluh membasahi keningnya, namun Nayna terus berjalan. Sebentar lagi shift ketiga akan berakhir pukul 7.55 di Rana Plaza, dan Nayna akan masuk shift pertama tepat jam 8 pagi. Nayna merasa beruntung ia tak perlu kerja malam. Meskipun upahnya menjadi 3000 Taka, namun meninggalkan ayah dan adiknya pada malam hari di rumah, sungguh membuatnya cemas. Lebih cemas daripada menyusuri jalanan Dhaka yang tidak aman. Nayna bergegas melintasi jalan Imandipur, melewati bangunan pabrik yang berjajar tak beraturan. Banyak gadis seperti dirinya yang juga melintas di jalan tersebut, beberapa di antaranya Nayna kenali sebagai pekerja di Rana Plaza. Rana Plaza memang maju pesat. Pemiliknya, Tuan Rana berhasil menjual produk garmen y...

PEMENANG III SAYEMBARA CERPEN FEMINA

Image
MENGHIDU WARNA (Ruwi Meitasari) image catreice monahan Aku selalu suka masuk dari belakang restoran cepat saji tempatku bekerja, sebab di sana ada bosk besar yang selalu penuh dengan sampah. Bagiku, jika ada bau sampah di situ, selalu ada ledakan warna pelangi yang berloncatan ke sana kemari, saling bertubrukan, dan memancar ke semua arah. Seakan merayakan bau busuk sampah makanan cepat saji yang tak pernah surut. Saat aku menutup pintu, ledakan warna itu langsung senyap, berganti warna layar abu-abu yang transparan dengan polkadot hijau terang melayang-layang. Aroma saus tomat bercampur mayones mengadangku. Belum selesai pertunjukan warna itu usai, garis-garis magenta mendesing seperti anak panah, menembus layar abu-abu transparan itu. Seseorang sedang memasukkan potongan kentang ke dalam minyak yang panas. Sesaat aku terbawa dalam warna dan aroma yang bersilangan di penglihatanku. Sampai balok-balok berwarna kuning butek menghalau semua warna itu. Ah, parfum apel tajam itu selalu me...

REVIEW ISTANBUL WITH LOVE

Image
Buku ini aku persembahkan kepada pencari cinta yang tersebar di berbagai belahan bumi. Cintailah seseorang secukupnya saja, jangan memberikan 100% cintamu pada orang yang kau cintai, karena waktu terus berputar dan hati terus berubah. Kau tak akan pernah tahu, apakah cintamu akan bersambut ataukah berakhir dengan mengenaskan. Apapun bisa terjadi jika itu cinta. Sebaris kalimat singkat yang terbilang nekat ternyata dialami Pia Crystalline yang menjatuhkan pilihan hatinya pada seorang pria yang berdarah Turki, Osman Yazici. Lima tahun saling mengenal lewat social media membuatnya yakin dan tidak peduli berapa biaya dan lamanya perjalanan mampu di halau untuk menemui lelaki yang disukainya. Terlepas sebelum menemuinya Pia sudah mengutarakan perasaannya namun Osman menolak. Hubungan mereka tetap baik, dan Pia yakin perjalanannya ini tidaklah sia-sia. Selama berada di Turki Pia tinggal bersama keluarga Osman. Semuanya menyambutnya dengan hangat, dan Pia semakin senang dan yakin tetap membe...

SEPOTONG CINTA DALAM DIAM OLEH ASMA NADIA

Image
image heart Jakarta, tahun pertama Perempuan, Kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan. Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam. Kata orang bahkan diam berbicara. Tapi menurutku, hal itu tidak berlaku dalam cinta. Sebab cinta harus diekspresikan dan pantang dibawa diam. Sebab cinta harusnya dinyatakan, lalu dibuktikan dengan sikap. Begitu seharusnya cinta. Tapi aku memang tidak punya pilihan. Maafkan! Sebuah bingkisan dan sepucuk surat tergeletak di bibir ranjang. Dee memandangnya dengan keingintahuan yang besar. Matanya yang memiliki kelopak indah terbuka lebar. Sementara mulutnya sejak tadi menimbulkan suara gumaman tak jelas. Kedua bola mata gadis itu tak beranjak juga dari bingkisan dan sepucuk surat yang ditempel menyatu dengannya. Paket kesasar, kalau boleh disebut Dee demikian, diterimanya pagi ini dari tukang pos, lelaki tua yang mengayuh sepeda dengan susah payah. Dee tidak mengerti mengapa lelaki itu masih bersikeras mengantar surat hanya dengan sepeda, sementa...